Diving commercial (penyelaman komersial) memiliki peran penting dalam mendukung berbagai proyek kelautan dan infrastruktur di Indonesia, mulai dari offshore migas, pembangunan dermaga, hingga perawatan bendungan. Setiap jenis penyelaman memiliki teknik, peralatan, dan fungsi khusus yang disesuaikan dengan kedalaman, durasi, serta kebutuhan pekerjaan. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis diving commercial yang umum digunakan:
1. Air Diving (Surface-Supplied Diving)
Deskripsi:
Air diving adalah metode penyelaman dengan pasokan udara langsung dari permukaan menggunakan kompresor dan umbilical (selang multifungsi yang menyalurkan udara, komunikasi, dan supply gas).
Fungsi:
- Cocok untuk pekerjaan dengan kedalaman relatif dangkal (hingga ±50 meter).
- Umum digunakan dalam inspeksi, perbaikan ringan, dan maintenance struktur bawah laut.
Contoh di Indonesia:
- Perawatan dermaga di pelabuhan Tanjung Priok.
- Pengecekan tiang jembatan Suramadu.
2. Bell Diving
Deskripsi:
Menggunakan diving bell (semacam kapsul/ruang mini) yang diturunkan dari permukaan untuk membawa diver ke lokasi kerja. Bell diving meningkatkan keselamatan dan efisiensi, terutama untuk kedalaman menengah hingga dalam.
Fungsi:
- Membawa penyelam langsung ke lokasi kerja tanpa banyak tenaga.
- Memberikan ruang aman sementara sebelum keluar ke air.
- Efektif untuk pekerjaan konstruksi atau inspeksi di kedalaman >50 meter.
Contoh di Indonesia:
- Proyek pemasangan pipa bawah laut (subsea pipeline installation) di Laut Jawa.
3. Saturation Diving
Deskripsi:
Metode penyelaman khusus untuk kedalaman ekstrem (hingga ratusan meter). Diver tinggal dalam saturation system (ruang hidup bertekanan) selama beberapa hari atau minggu. Dari habitat ini, mereka turun ke lokasi kerja dengan bell.
Fungsi:
- Efisiensi kerja di kedalaman besar tanpa perlu dekompresi berulang kali.
- Umumnya dipakai pada proyek minyak dan gas (offshore deepwater).
Contoh di Indonesia:
- Proyek eksplorasi migas di perairan Natuna dan Mahakam.
4. Inland / Civil Diving
Deskripsi:
Jenis diving commercial yang dilakukan di perairan darat atau perairan tenang seperti sungai, waduk, dan bendungan.
Fungsi:
- Inspeksi dan perawatan bendungan.
- Perbaikan pintu air, turbin, serta struktur sipil bawah air lainnya.
Contoh di Indonesia:
- Pekerjaan inspeksi Bendungan Jatiluhur.
- Pembersihan turbin PLTA di Sumatra dan Sulawesi.
Kesimpulan
Setiap jenis diving commercial memiliki fungsi dan tingkat kesulitan yang berbeda.
- Air diving cocok untuk pekerjaan dangkal seperti dermaga.
- Bell diving mendukung proyek kedalaman menengah dengan mobilitas lebih aman.
- Saturation diving menjadi pilihan utama untuk operasi migas di laut dalam.
- Civil diving berfokus pada infrastruktur darat seperti bendungan dan PLTA.
Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa melihat betapa vitalnya peran penyelam komersial dalam menunjang pembangunan dan industri di Indonesia.



