7 Jenis Pekerjaan dalam Diving Komersial yang Jarang Diketahui

Ketika mendengar istilah diving komersial, banyak orang langsung membayangkan penyelam dengan helm logam besar yang sedang bekerja memperbaiki sesuatu di dasar laut. Padahal, dunia diving komersial jauh lebih luas dari sekadar pekerjaan konstruksi bawah air.

Dalam industri minyak, pelabuhan, perkapalan, hingga energi terbarukan, penyelam profesional memiliki berbagai peran penting yang tidak banyak diketahui publik. Berikut adalah 7 jenis pekerjaan dalam diving komersial yang mungkin belum pernah Anda dengar, tapi justru menjadi tulang punggung operasi bawah laut modern.


1. Construction Diver – Arsitek di Bawah Laut

Inilah jenis pekerjaan paling umum dan paling berat di dunia diving komersial.
Construction diver bertugas membangun atau memperbaiki struktur bawah air seperti:

  • Pier (dermaga)
  • Jetty (pancang pelabuhan)
  • Jembatan dan pondasi offshore platform

Tugasnya mencakup welding, cutting, grouting, dan installasi anoda.
Mereka harus bekerja presisi di lingkungan dengan visibilitas rendah dan arus kuat — pekerjaan yang memadukan kekuatan fisik dan teknik tinggi.

Skill penting: kemampuan membaca drawing, mengoperasikan alat potong dan las bawah air, serta memahami sistem tekanan.


2. ⚙️ Inspection Diver – Mata dan Telinga Klien di Dasar Laut

Tugas utama inspection diver adalah melakukan pemeriksaan visual dan teknis terhadap struktur bawah laut.
Biasanya mereka bekerja untuk:

  • Ship owner (pemilik kapal)
  • Oil & gas company
  • Marine construction firm

Mereka menggunakan kamera bawah air, pengukur ketebalan (ultrasonic thickness gauge), dan alat pencatat data visual.
Laporan yang mereka hasilkan sangat penting untuk menentukan apakah suatu struktur masih aman digunakan atau perlu perbaikan.

Skill penting: dokumentasi visual, penguasaan alat ukur bawah air, serta kemampuan membuat laporan teknis.


3. ⚓ Salvage Diver – Penyelamat Barang Bernilai di Laut Dalam

Jenis pekerjaan ini paling menantang dan berisiko tinggi.
Salvage diver bertugas mencari, mengangkat, atau mengevakuasi benda-benda yang tenggelam — mulai dari peralatan berat, kapal karam, hingga pesawat jatuh di laut.

Mereka sering bekerja sama dengan tim rigging dan crane operator di permukaan.
Prosesnya melibatkan lifting bags, potongan logam besar, hingga perhitungan buoyancy yang sangat detail.

Skill penting: pengetahuan tentang keselamatan, perhitungan daya apung, dan penggunaan peralatan berat bawah air.


4. Maintenance Diver – Penjaga Rutin Struktur Laut

Kalau Anda pernah melihat kapal besar tetap stabil di pelabuhan tanpa masalah, itu karena ada maintenance diver yang secara rutin melakukan pembersihan, perbaikan kecil, dan penggantian bagian yang aus.

Tugasnya meliputi:

  • Membersihkan lumut atau teritip di lambung kapal (hull cleaning).
  • Mengecek katup (sea chest valves).
  • Mengganti anoda proteksi.

Pekerjaan ini tampak sederhana, tapi sangat vital dalam menjaga performa kapal dan efisiensi bahan bakar.

Skill penting: penyelaman dangkal berulang, penggunaan sikat atau alat hisap bawah air, dan kecepatan kerja.


5. ⚡ Underwater Welder – Tukang Las di Dunia Sunyi

Profesi ini sering dianggap paling berbahaya sekaligus paling bergengsi di industri diving.
Underwater welder menggabungkan keahlian teknik kelistrikan, metalurgi, dan penyelaman.

Terdapat dua jenis utama:

  • Dry welding (habitat welding) – dilakukan di ruang kedap udara berisi gas.
  • Wet welding – dilakukan langsung di air, dengan risiko percikan dan konduktivitas tinggi.

Upah mereka bisa mencapai puluhan juta rupiah per proyek, tergantung kedalaman dan kompleksitas pekerjaan.

Skill penting: sertifikasi welding bawah air, kontrol pernapasan saat las, dan pengalaman kerja di tekanan tinggi.


6. Pipeline & Cable Diver – Penjaga Jalur Vital di Dasar Laut

Salah satu pekerjaan paling krusial dalam industri energi bawah laut.
Pipeline diver bertanggung jawab memasang, memeriksa, atau memperbaiki pipa gas dan kabel komunikasi bawah laut.

Kesalahan sekecil apapun bisa menyebabkan kerugian besar, karena pipa tersebut biasanya membawa minyak atau gas bernilai tinggi.

Mereka juga bekerja sama dengan ROV pilot untuk inspeksi area yang sulit dijangkau.

Skill penting: memahami layout pipeline, teknik sealing, dan penggunaan sensor deteksi kebocoran.


7. Scientific & Environmental Diver – Penyelam Sains dan Konservasi

Tidak semua penyelam komersial bekerja untuk industri.
Sebagian bekerja untuk lembaga riset, universitas, atau proyek konservasi laut.
Mereka melakukan:

  • Pengambilan sampel biota laut
  • Pemantauan terumbu karang
  • Survey kondisi perairan dan sedimen

Meskipun tidak selalu berhadiah besar, pekerjaan ini memberi dampak besar bagi kelestarian ekosistem laut.

Skill penting: observasi, analisis data, dan pemahaman biologi laut.


Kesimpulan

Diving komersial bukan sekadar profesi — ini adalah dunia penuh tantangan, teknologi, dan tanggung jawab.
Dari construction diver yang membangun pondasi pelabuhan hingga scientific diver yang meneliti ekosistem laut, setiap peran memiliki kontribusi besar terhadap industri maritim global.

Bagi Anda yang tertarik meniti karier di dunia bawah laut, pahami bahwa setiap penyelaman bukan hanya pekerjaan, tetapi juga dedikasi terhadap keselamatan, ketelitian, dan ilmu pengetahuan.